Arsip Artikel

MEDIASI DALAM SENGKETA PERKAWINAN DAN PERCERAIAN

Oleh : Fikri Hi. Asnawi Amiruddin


Dalam kebiasaan masyarakat, jika terdapat suatu perselisihan, kemungkinan masih dapat diselesaikan melalui musyawarah kekeluargaan dengan melibatkan unsur tua-tua kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama (ulama/muballigh), atau keluarga sesama, ataupun terkadang nanti menunggu hari raya Idul fitri, yang telah menjadi tradisi umat Islam sebagai hari suci untuk saling maaf-memaafkan. Akan tetapi apabila perselisihan itu sudah tidak dapat lagi diselesaikan baik secara kekeluargaan, kemasyarakatan ataupun secara keagamaan, maka perselisihan itu secara otomatis telah berubah dan meningkat menjadi “sengketa” sehingga akhirnya untuk penyelesaiannya terpaksa diajukan ke Pengadilan sebagai suatu “perkara”.

 

SELENGKAPNYA